Susu Kambing Mengobati Diabetes

By | September 13, 2013

Susu Kambing Mengobati Diabetes, satu lagi bukti bahwa susu kambing memiliki banyak manfaat bagi kesehatan salah satunya adalah untuk terapi pengobatan diabetes. Dibawah ini saya sampaikan kesaksian yang diambil dari majalah Trubus 480 edisi maret 2008 oleh Ridwan Munir. Diabetes Mellitus adalah penyakit meningkatnya kadar gula darah (hiperglisemia) dalam tubuh. Kadar gula darah cenderung berubah ubah. Diabetes dapat disembuhkan baik dengan cara medis maupun dengan cara herbal. Disini kita akan membahas tentang pengobatan diabetes dengan terapi susu kambing etaw. Baik simak artikel dibawah ini.

Sebut saja rossana asyik menggaruk kaki nsusu kambing obat diabetesya yang sedang gatal. Akan tetapi tidak lama bekas garukan tersebut malah menimbulkan luka. Awalnya luka garukan tersebut kecil, namun lama kelamaan melebar dan susah kering. Ya penderita diabetes ciri ciri fisik nya adalah luka yang terjadi di tubuhnya akan susah karing / susah sembuh.

Gangguan kesehatan lain juga muncul ketika usianya 47 tahun. Frekuensi berkemih lebih tinggi. Ketika malam, ia sampai 7 kali buang air kecil. Padahal, sebelumnya tak pernah. Ciri ciri lain diabetes adalah bolak-balik buang air kecil ketika pada malah hari. Tentunya ini mengganggu tidur penderita diabetes. Jika sudah parah akan berakibat ke pada pandangan mata yang mulai kabur (rabun).

Mengalami gejala gejala seperti ini Rossana segera melakukan general Chek Up di sebuah rumah sakit di Purwokerto, Jawa Tengah. Hasilnya kadar gula darah mencapai 370 mg/dl. Dari hasil tes chek up tersebut Rossana dinyatakan positif menderita diabetes mellitus.

Pada orang normal kadar gula umumnya berkisar 100-140 mg/dl. Setelah dinyatakan positif diabetes, dia mulai melakukan diet ketat. Dan melakukan beberapa pantangan seperti membatasi konsumsi nasi. Dimana tidak boleh lebih dari ¾ piring. Menghindari makanan makanan yang berbahan kacang kacangan. Dan menghentikan kebiasaannya mengkonsumsi gula. Bagi orang normal tentunya hal ini begitu menyiksa, namun bagi penderita diabetes hal ini wajib di patuhi guna untuk menurunkan kadar gula darahnya.

Menurut dr. Eduard Hutabarat, dokter di Cibubur Jakarta Timur, kekurangan hormon insulin dan konsumsi gula berlebih memicu diabetes mellitus, Rossana mempunyai kebiasaan yang mengundang diabetes mellitus. Saban pagi ia menyeruput segelas teh manis. Segelas teh manis lain ia minum saat petang. Setiap kali menikmati teh panas, kue-kue manis menjadi kudapan.

Terapi HERBAL

Pemicu lain berupa kekurangan mineral-mineral tertentu yang diperlukan untuk metabolism pankreas. Akibatnya pankreas gagal memproduksi hormone insulin.Hormon itu berperan mengatur kadar gula darah. Jika kadar gula darah melebihi normal, menyebabkan ginjal ikut mengeluarkan gula bersamaan dengan urine. Sayangnya perempuan 50 tahun itu juga tidak pernah berolah raga. Tanpa disadari menimbun gula dalam darah.

Gula bersifat menarik cairan sehingga volume urine berlebih. Dampaknya penderita kerap bolak-balik ke kamar kecil seperti dialami oleh Rossana. Cairan banyak yang hilang menyebabkan gampang sekali haus, selain itu glukosa yang terbuang bersama air kemih menyebabkan tubuh kehilangan energy. Tubuh akhirnya gampang lelah dan mudah lapar. Tak jarang hilangnya energy juga membuat penderita diabetes mudah mengantuk. Kondisi itu jelas mengganggu aktivitas Rossana yang terbilang aktif.

Belum lagi gangren alias luka yang tak kunjung sembuh di kakinya. Tubuh gagal metabolism gula menjadi adenosine tripospat (ATP) sehingga sel mati dan luka tak kunjung sembuh. Oleh karena itu ia ingin segera mengakhiri gangguan kesehatan itu. Ia menuruti saran teman-temannya untuk mengkonsumsi ramuan herbal. Ketika belanja ke pasar, Ibu 3 anak itu membeli beberapa bungkus herbal. Sayangnya Rossana tak mengetahui jenis herbal itu.

Ia menyeduh 4 sendok serbuk jamu dalam 1 gelas air panas. Dalam sehari ia mengkonsumsi 1 kali. Sebulan setelah rutin mengkonsumsi ramuan itu, tanda-tanda kesembuhan mulai tampak, kadar gula darahnya turun menjadi 230 mg/dl. Namun hingga 6 bulan kemudian, kadar gula darah tak bergeming dari angka 230 mg/dl.

HILANG GATAL

Setelah mencoba herbal lain, Rossana akhirnya tertarik mengkonsumsi susu kambing. Produk itu diperoleh dari kambing peranakan ettawa (PE). Informasi khasiat susu kambing ia peroleh dari sebuah media. “kebetulan di dekat tempat tinggal saya ada peternakan kambing perah” katanya. Rossana pun memesan 10 kantong susu puan –nama lain susu kambing- masing-masing berisi 200 ml. Susu Kambing murni itu ia konsumsi 2 kali sehari masing-masing 1 kantong sebelum sarapan dan makan malam.

Baru 3 hari mengkonsumsi, ia merakan perbedaan “rasa gatal mulai berkurang dan tidur terasa enak” ujar Rossana. Konsumsi susu kambing pun ia lanjutkan. Setelah 2 bulan, ia kembali mengecer kadar gula darah. Hasilnya menggembirakan “Nilai gula darah turun ke angka 145 mg/dl.” Katanya. Pengecekatan terakhir pada Maret 2007, kadar gula darahnya normal. Pandangan mata yang kabur sedikit demi sedikit menghilang. Badan pun dirasa lebih segar dan bertenaga.

Dari studi penelitian, Susu kambing dapat digunakan sebagai terapi pengobatan diabetes dikarenakan susu kambing kaya akan protein dan asam amino menambah nutrisi tubuh menjadi lebih baik, pankreas bekerja optimal untuk memproduksi insulin. A2-betakasein serta asam amino esensial yang terdapat didalam susu kambing etawa bermanfaat untuk pembentukan insulin yang berguna bagi penderita diabetes.

Incoming search terms:

bolehkah penderita diabetes minum susu kambing?,bolehkah penderita diabetes minum susu,susu untuk diabetes,manfaat susu kambing etawa untuk penderita diabetes,susu diabetes,susu untuk penderita diabetes,susu kambing untuk diabet,penderita diabetes bolehkah minum susu anline,penderita diabetes bolehkan minum susu kambing etawa?,manfaat susu kambing etawa untuk diabetes,